Dari Drama Korea, LAKON dan UPIN IPIN

13:06

Mengisi liburan dengan menikmati serial drama korea bukanlah hal yang baru bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi para muda –mudi. Sekilas penulis melihat mengapa mereka tertegun dengan hasil karya negeri ginseng daripada karya anak bangsa sendiri. Salah satunya adalah sajian drama yang kreatif dan tidak monoton. Betapa tidak, sajian drama tersebut dikemas dengan klise-klise cinta menarik dan baru. Berbeda dengan serial drama yang kini menyebar luar di stasiun televisi kita, drama lokal seringkali monoton bahkan tidak menarik untuk dilihat.
            Penulis merupakan salah satu penikmat serial drama korea. Ada beberapa hal yang membuat penulis betah berjam-jam nonton drama korea. Pertama, selalu ada yang baru dengan angle sinema-nya. Mungkin iya atau tidak banyak para sutradaranya yang nyantri membuat film di negeri paman sam. Kedua, serial cintanya menarik dan sarastik. Ketiga, ingin belajar banyak pada negeri ginseng. 


            Ada satu karya bangsa yang sayang untuk tidak disupport yaitu LAKON. Film animasi robot ini menyedot perhatian masyarakat Indonesia baru-baru ini. Pasalnya, film animasi robot hasil garapan anak-anak solo tersebut nyaris tanpa cacat dan perfect. Bahkan banyak para penikmat film animasi yang mengatakan bahwa film tersebut setara dengan film animasi garapan animator eropa dan amerika. Penulis melihat ada hal unik disitu. Apabila pemerintah jeli, ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa bahkan akan mengharumkan bangsa kita. Walaupun animator film tersebut menyebutkan bahwa LAKON hanya digarap untuk test saja, namun akan sangat saying bila karya dahsyat tersebut dibuang begitu saja. Penulis masih ingat bahwa para animator UPIN dan IPIN adalah alumnus perguruan tinggi bangsa kita ITB. Selama 4 tahun mereka dibiayai pemerintah Malaysia untuk belajar banyak animasi di Indonesia dan semua hal tentang Indonesia. Hasilnya luar biasa, UPIN dan IPIN kini menjadi tokoh idola anak-anak Indonesia dan berhasil mengalahkan pamor gatot kaca dan took lokal lainnya. Walaupn Penulis sedikit apriori, penulis tetap bangga dengan karya anak bangsa, pun anda dan kita semua selayaknya tetap berbangga hati dengan hasil karya anak bamgsa kita. Kalw bukan ya siapa lagi. Mari berkarya mari harumkan bangsa…

You Might Also Like

0 komentar