Minggu, 08 Januari 2012

Bisakah Indeks Harga Saham Mengurangi Tingkat Gharar pada Investment Saham?


Pada pertanyaan diatas kunci pertanyaannya adalah tingkat gharar pada investasi saham. Saat kita berinvestasi ada 2 hal yang akan kita hadapi. Pertama, return dan kedua, Uncertainty. Tentu saja setiap investor mendambakan return dari investasi yang telah ditanamkan. Namun sekali lagi mari kita ingat bahwa return dan risk berjalan beriringan dan bersamaan. Tidak akan ada return tanpa resiko. Sedangkan kita tau bahwa resiko berarti gharar  (Suwailem,2000 and El-Gamal,2000). 
Gharar diartikan sebagai aktivitas yang tidak pasti, ambigu. Yang menjadi pertanyaan apakah gharar/resiko itu diperbolehkan dalam islam? Tentu boleh, karena masa depan itu adalah tidak pasti. Apakah teman-teman dapat memastikan suatu saat nanti akan kaya ataw miskin. Karena gharar/risk menurut Ibnu taimiyah ada 2. Pertama, ketidak pastian saat berdagang apakah akan laris/tidak dan ini adalah alamiah. Kedua, gambling/berjudi/spekulasi dan ini yang tidak diperkenankan dalam islam. Gharar/resiko wajib dimitigasi/dikurangi/berusaha dihindari. Oleh karena itu gharar/resiko WAJIB dikontrol. Dan begitu pun dengan investasi saham di pasar modal syariah (obaidullah:2006). Berinvestasi saham di pasar modal sangat beresiko/gharar/tidak pasti. Salah satu cara untuk me-reduce gharar pada investasi saham adalah dengan index harga saham. Sampai disini temen-temen paham kan kalw berinvestasi saham di PM itu beresiko/gharar/tidak pasti. Dan dari ketidak pastian itu temen-temen wajib mempelajari, merenungi (hehehe), mentadabburi index harga saham (individual/gabungan). Karena dengan mempelajari index harga saham agan/wati akan dapet 2 keuntungan : pertama, indikator performa pasar (agan bisa liat pasar hari sekarang ama kemaren bagusan mana) kedua, untuk tolak ukur portofolio (itu lho yang stock performance is upper the market dan stock performace is below the market ). (ini baru pendahuluan aja gan, silahkan elaborasi dengan bahasa agan/wati).

klik untuk pesan
Selanjutnya kita ingat bahwa terciptanya pasar modal syariah adalah karena adanya over liquidity. Sehingga investasi saham di pasar modal adalah menjadi solusi ril atas banjirnya likuiditas di beberapa Negara muslim. Tuh lagi lagi likuiditas…..Hmmm apa ya likuiditas itu??? Ngebingungin sampe-sampe ahli ekonomi dari jepang aja bingung mau jelasin/ngedefinisiin tentang likuiditas. Tapi gini deh likuiditas itu supaya mudah kita partisikan dulu antara pengertian likuiditas pada perbankan dan likuiditas pada pasar modal. Hmm,,sebab pengertian keduanya beda banget, hehe. Suer..gini katanya : likuiditas perbankan itu adalah upaa untuk menuutupi kewajiban yang harus segera ditutupi diantranya bagaimana menyeimbangkan antara financing dan short of fund. Likuiditas pada perbankan sering dikaitkan dengan kliring/hiwalah/hawalah pada aktivitas perbankan. Gimana dah klik kan arti likuiditas perbankan. Kedua, likuiditas pasar modal itu perpindahan dari satu asset ke asset yang lain dan perlu diingat bahwa fokusnya adalahh asset/barang dan bukan ARTOS/UANG/MONEY. Ni gambarnya, coba liat deh :


Tuh coba liat deh konsep likuiditas pada pasar modal itu ternyata beda kan sama perbankan. Kalw di gambar atas itu konsepnya seperti konsep pasar. Kayak cerita kurma yang dijelasin om Irwan. Kalw mau dapet barang laen, kurmanya dijual dulu lalu dapet uang setelah dapet uang terus beliin lagi barang laen. Sama kayak product investasi di PM, jual dulu sampe dapet uang, setelah itu monggo beli lagi asset laen. Gimana dah klik kan pengertian dan konsep sederhana tentang likuiditas???hehehe..panjang ya, rasakan ya. Namanya juga likuiditas, di pasar modal gak akan lepas dari namanya Market liquidity  : dimana antara penjual dan pembeli bertransaksi dengan cepat dan dibawah harga pasar (murmer maksudnya gan). Jadi flashback lagi nih, kalw konsep likuiditas pasar modal itu cocoknya dengan KONSEP BAY’ BUKAN KONSEP AL-SUYULAH yang digadang-gadang nyerempet konsep akad hiwalah/hawalah.
Tuh kan kalw kita liat dan mempelajari index harga saham mah bener-bener bias me-reduce gharar/resiko/ketidakpastian pada investasi saham. Nih resume-nya digambarin ama bapaknya: Mau bukti nih ane coba elaborasi :


ü  Pertama, Seorang investor yang tidak melihat index harga saham dengan baik dan benar (cuma ngikt pasar, kalw lagi hot beli ini terus jual itu /or ikut-ikutan/apalagi gambling) dia akan diahadapkan pada resiko yang cukup tinggi (bankrupt/tekor) terus implikasinya return-nya turun dong kalw return turun siapa coba yang minta buat investasi (low),,,ihh kalw ane mah ogah. Contohnya kayak beli rumah deket TPS, tiap ari nyiumin mau sampah, siapa yang tahan gan, yang ada orang pada jualin itu juga kalw ada yang mau beli. Haha
ü  Kedua, seorang investor yang mempelajari terlebih dahulu index suatu harga saham (individual/gabungan) dengan teliti dan pengetahuan, maka resiko yang akan ditanggung cukup kecil, begitupun nanti return yang akan didapatkan akan maksimal dan tentu saja siapa sih yang tak tergoda untuk berinvestasi (highest) di lahan basah. Makanya ayo pelajari index harga saham dengan baek dan benar. Gimana budi, bias??? Haha. (hahaha,selamat bercerita dan menulis naskah drama). Vina nanya perubahan harga saham kan, kalw dijelasin panjannng banget saking panjngnya dibikin serial drama korea bisa lho gan. Beneran
.

Related Post