Konektivitas 3G XL, Mendukung Kewirausahaan dan Menghubungkan Masyarakat Pedesaan

17:53

Internet merupakan sebuah revolusi dalam bidang teknologi pada abad 21 yang menyatukan telekomunikasi dengan komputer. Diawali dari sebuah penelitian pertahanan Amerika Serikat berkembang menjadi sebuah mesin ekonomi global. Internet menyebalkan perubahan kondisi sosial dan ekonomi. Implikasinya terhadap ekonomi menyebabkan internet menjadi perhatian bagi khalayak akademis. Internet menurunkan biaya transaksi dan meminimalisasi ketidakpastian dalam distribusi barang dan jasa (Rostow 1991 : Hudson, 1997 ; Hufbauer, 1996 ; Dewan dan Kraemer, 2000). Tidak mengejutkan banyak organisasi internasional menyatakan bahwa internet adalah mesin yang kuat dari perubahan sosial global dan ekonomi.
Namun sayangnya terdapat kesenjangan antar bangsa dalam tingginya kapasitas dalam berinternet dengan negara yang tidak. Hal ini biasa disebut ancaman “digital divide” yang menghambat pengadaptasian teknologi informasi untuk negara miskin dan berkembang. G8 menyadari keadaan ini, namun hanya menyerahkan permasalahan ini pada globalisasi teknologi dalam mempercepat pengadaptasiannya.
Dapat kita ketahui perkembangan internet yang begitu marak, seakan menjadi wabah bagi masyarakat dunia. Pasti kita temukan faktor pendorongnya, apa sajakah, mengapa. Saya coba nukil dari seorang peneliti telekomunikasi. Pertama, infrastruktur dan lingkungan institusi. Infrastruktur dan lingkungan institusi memegang peranan penting dalam struktur kekondusifan perkembangan intenet di suatu negara. Berdasarkan penelitian kesiapan infrastruktur dan institusi membangun jaringan utama menentukan kokohnya kapasitas jaringan telepon utama dalam mengirimkan data elektronik. Penggunaan internet pada negara-negara berkembang yang mayoritas menggunakan koneksi dial-up menggunakan jaringan telepon dapat menjadi tolak ukur kekondusifan teknologi negara terhadap pengadaptasian internet. Kedua, kesamaan struktur (modernization dan  post-industrialization). Kesamaan struktur mencakup infrastruktur, persentase pekerja, lingkungan politik, dan persentase populasi. Ketika sebuah negara berkomunikasi dengan negara lain, aka nada negara sender dan receiver. Kesesuaian antara negara pengirim dan penerima (conduciveness) akan membantu dalam penyebaran ide seperti internet. Negara-negara berkembang yang sering menjalin komunikasi dengan negara yang telah maju akan memacu perkembangan di negara berkembang tersebut yang akan mempercepat tingkat pengadaptasian internet. Ketiga, perdagangan dan investasi asing. Pentingnya investasi asing terletak pada pertukaran informasi dalam alur perdagangan yang berlanjut pada kesamaan permintaan pada teknologi komunikasi. Dengan meningkatnya globalisasi ekonomi secara simultan akan mempercepat globalisasi teknologi. Keempat, pembangunan perkotaan (urban leadership). Pembangunan perkotaan biasanya diiringi dengan pembangunan infrastruktur komunikasi yang menjadi dasar dari internet. Sehingga pembangunan kota akan memacu perkembangan internet. Kelima, keberadaan industri. Industri tertentu juga menimbulkan perkembangan internet. Industry tersebut ialah industri pertambangan, tekstil dan rekreasi. Pembangunan konstruksi besar, rumah sakit juga membantu perkembangan internet.


Akan lebih enak bila kita menganalisa perkembangan internet dengan kacamata statistik. Saya menukilnya dari internet world stat yang selalu mengupdate perkembangan penggunaan intetnet di seluruh dunia. Yang membuat saya tercengang adalah bagan kue yang berwarna merah. Itu adalah Asia, Asia menempati tempat tertinggi dalam penggunaan internet dengan prosentase sebesar 44.0% lebih unggul 21.3 point dari eropa dengan basis prosentase sebesar 22,7%. Bahkan Asia jauh meninggalkan Amerika utara (13%), kepulauan karibia (10,3%), afrika (5,7), timur tengah (3,3%) dan Australia (1.0%).

Kawasan Asia menyumbang 56% populasi manusia di seluruh Indonesia. Dengan jumlah seperti itu dapat kita simpulkan bahwa Asia akan dapat mengungguli penggunaan internet di seluruh dunia. namun ternyata Asia hanya memberikan sumbangan data pengguna sebesar 42% dari keseluruhan pengguna internet di seluruh dunia. atau dengan kata lain jumlah estimasi penduduk asia sebesar 3,879,740,877 orang tersebut hanya berjumlah 932.393.209 penduduk yang sudah menggunakan internet. Masih banyak kekosongan yang belum terisi nampaknya. 
Masalah konten lokal dan lemahnya perkembangan tekonologi informasi di Asia menjadikan Asia tidak mampu melakukan penetrasi penggunaan internet secara maksimal. Ya, mungkin karena kebanyakan Asia merupakan kawasan yang dihuni oleh banyak negara-negara berkembang. Kita bisa melihat penetrasinya hanya mampu mencapai titik point 20,3%, jauh lebih rendah dengan kawasan lain yang walaupun penduduknya tidak terlalu signifikan. 
Bagimanakah dengan saluran penggunaan internet di Asia. Siapa yang mendominasi penggunaan terbanyak. Ternyata China menjadi katalisator pengembangan dan penggunaan internet tertinggi di Asia dengan cakupan prosentase sebesar 477%, sedangakan Indonesia harus puas dengan posisi keempat setelah Jepang.

Posisi diatas hanya merupakan cakupan penggunaan terbanyak se-Asia, kita masih belum melihat dengan seksama indikator-indikator keperingkatannya. Coba mari kita rekam catatan berikut ini.



Penetrasi penggunaan kita masih jauh dari harapan, dari jumlah penduduk yang lebih dari 240 ribu juta kita masih kalah saing dengan Malaysia yang telah melakukan penetrasi sebesar 58,8%, sedangkan kita masih 16,1%. Namun, kita perlu "berbangga" karena kita menduduki posisi pertama dalam penggunaan media jejaring sosial Facebook dengan jumlah pelanggan sebesar 38.860.640 orang. Penggunaan internet dalam skala tertentu sangat dibutuhkan. Karena hal tersebut akan menunjang aktivitas sektor industri, tekonologi terapan, bisnis, pendidikan dan lain sebagainya. Alhamdulillah XL Xlalu memberikan perhatian lebih pada kita. Seluruh konten produk yang ditawarkan kepada kita sangat murah dan qualified. Kita disuguhkan dengan layanan internet super cepat dengan biaya murah. Catatan saya bukan pada posisi penetrasinya namun pada maslahatnya, ternyata internet itu dalam acuan tertentu sangat vital. segera beralihlah kepada Xl untuk menjamin kelancaran bisnis kita. 
  Xl Gagas Internet Sehat
klik untuk pesan
Teknologi bagaikan pisau bermata dua. Dia satu sisi, jika digunakan ke arah positif, maka hasilnya akan baik. Teknologi memungkinkan siapapun untuk belajar, bersosialisasi dan berkomunikasi. Di sisi lain, teknologi bisa melukai diri sendiri jka digunakan untuk kepentingan negative. Tidak sedikit anak yang menjadi pelecehan ataupun premanisme di internet. Istilah ini dikenal dengan cyber bullying, yaitu perilaku anti sosial yang melecehkan seseorang, kebanyakan menimpa anak-anak dan remaja, baik yang dilakukan secara online atau melalui telepon seluler.
Saya xlalu menikmati layanan terbaiknya XL, gagasan Internet sehat ssejatinya merupakan ihwal kekhawatiran XL terhadap dekadensi moral, terutama anak-anak dan para remaja. Saya mencatat perkataannya bang Arist Merdeka Sirait, bahwa korban kejahatan seksual terorganisir terhadap anak dan remaja dilatar belakangi oleh penggunaan jejarung sosial yang tidak terkontrol. Bahkan terdapat lebih dari 36 laporan masyarakat mengenai pelecehan dan penculikan terhadap anak-anak putri yang masih duduk di bangku sekolah dasar hingga menengah. 
Saya kira perlakuan dan sikap terhadap kondisi ini sangat tepat. XL Xlalu tepat dalam meletakan antara bisnis dan sosial. Bolehlah saya katakan XL merupakan penggagas Social Entreprise. Saya yakin bahwa XL didirikan bukan hanya untuk keuntungan bisnis semata, namun juga untuk membangun kualitas bangsa. Saya pun yakin XL sedang merancang sebuah program membangun sebuah masyarakat indigo, pelayanan cepat dan murah adalah indikasinya. Kita dimanjakan dengan kualitas browsing yang gak “ngeselin” dengan biaya yang rasional. 



Data yang sajikan merupakan data panel dari tahu 2004-2010 mengenai tingkat kekerasan dan kenakalan dalan dunia maya. Tercatat pertumbuhan pada tahun 2010 naik sebesar 3.9% dari tahun sebelumnya sebesar 36,7 poin. Langkah antisipatif orang tua dalam setiap penggunaan internet oleh anak-anak maupun remaja perlu dilakukan sejak dini. Pemerintah bertugas dalam membuat undang-undang dan perarturan serta sanksi perbuatan cyberbullying, selanjutnya peran orang tualah yang lebih dominan dalam menjaga anak-anaknya. 
Beberapa tahun yang akan datang, internet pasti akan masuk ke setipa rumah masyarakat Indonesia. Dengan total jumlah penduduk Indonesia sebesar 240 juta lebih pasti akan membutuhkan tenaga tambahan untuk mengontrol setiap penggunaan internet agat tidak disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Eskalasi XL semakin tinggi, konektivitas yang semakin baik diharapkan dapat membangun kulitas generasi bangsa yang sehat.    


Nimatnya 3G-an dengan XL 
3G adalah kependekan dari third generation wireless. Istilah tersebut dipakai atas dasar prakarsa International Telecommunication Union (ITU) untuk menciptakan suatu standar tunggal nirkabel global yang disebut International Mobile Telecomunications-2000 (IMT-2000). Konsep standar tunggal ini kemudian berubah menjadi lima standar nirkabel 3G; dan pada akhir tahun 2007, standar 3G keenam ikut disertakan. Mengacu pada ITU, standar nirkabel harus memenuhi syarat kecepatan minimum agar dapat dianggap sebagai 3G. Teknologi 3G harus menyediakan akses data pita lebar internet berkecepatan tinggi yang setara dengan Digital Subsciber Line (DSL) dan/atau modem kabel yang menggunakan pengaturan telepon seluler.
Akan tetapi, mengapa 3G itu penting ? 3G baik di ponsel atau telepon nirkabel tetap, moem nirkabel atau kartu data sangat penting karena ia merupakan sarana yang murah bagi tersedianya akses suara dan data, khususnya di wilayah pedesaan dengan akses sambungan telepon darat yang terbatas atau tidak ada sama sekali. Bagi pemerintah, hal tersebut berarti 3G adalah cara paling mendasar untuk meningkatkan teledensitas atau penetrasi internet di tiap negara dan menjembatani kesenjangan teknologi digital. Bagi masyarakat, 3G dapat menjadi sarana utama melakukan percakapan telepon atau akses internet serta suberdayanya. 3G juga penting karena menyediakan cara baru untuk mengatasi masalah-masalah yang penting bagi masyarakat, seperti ketersediaan sambungan internet, pendidikan, keselamatan umum, perawatan kesehatan, pemerintahan dan konservasi lingkungan hidup dengan cara yang berkesinambungan, efisien dan hemat biaya.
Dengan akses internet 3G, masyarakat di seluruh penjuru dunia mulai dari nelayan sampai pemilik warnet dapat menikmati manfaat berbagai aplikasi nirkabel yang memungkinkan mereka untuk mengakses data secara real time, sehingga memutus perantara dan menekan biaya. Para pemilik toko di desa kecil dapat menyewa telepon dan menjual layanan telepon kepada warga desa lainnya; para petani mengakses informasi cuaca dan seorang pengembang piranti lunak menciptakan aplikasi canggih berikutnya. Semua kemungkinan hanya dibatasi oleh imajinasi wirausahawan itu sendiri. XL mumpuni dalam mengemas layanan kepada para pelanggan. Layanan 3G yang sekarang menjadi pionir layanan konektivitasnya diharapkan mampu meng-cover masyarakat desa. Kita bisa mengakses seluruh produk terbaiknya di www.xl.co.id.
Awal-awal 2011 ini XL melakukan upaya  peningkatan kualitas layanan bagi pelanggan di seluruh wilayah operasinya. Seiring dengan peningkatan jumlah pelanggan serta trafik penggunaan layanan data dan internet di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta (Central Region), XL akan menambah sekitar 235 BTS (Base Transceiver Station) 3G. Solusi Converged Communication dari Dimension Data akan memungkinkan XL untuk fokus memberikan layanan bernilai tambah kepada pelanggannya tanpa perlu memikirkan masalah konektivitas terkait pasar yang terus berkembang. Hmmm, kita dimanjakan lagi wahai saudara. Sebagai konsumen kita selalu menyambut baik layanan terbaik setiap provider yang “merakyat”. Kualitas aristokrat tapi harganya membumi. Hehe, seneng banget dimanjain sama Xl. Sekali lagi, Xlangkah lebih maju dengan XL. Yuk, coba.


Desa Hybrid ; Membangun Konektivitas Untuk Teknologi Pertanian Terapan

Struktur perekonomian Indonesia selama pembangunan jangka panjang pertama (PJP I) Telah mengalami perubahan dari sektor pertanian beralih ke sektor industri. Dalam periode waktu 1989 sampai 1987 kontribusi sektor industri terhadap PDB mengalami peningkatan, tetapi mengalami penurunan pada masa krisis tahun 1998-1999. Pada tahun 1989 besarnya kontribusi sektor industri terhadap PDB hanya 18,14 persen, jauh lebih kecil dibandingkan dengan kontribusi sektor pertanian, yaitu sebesar 23,43 persen. Selama lima tahun berikutnya sektor industri telah mengalami peningkatan yang cukup besar hingga mencapai 23,35 persen sedangkan sektor pertanian terus menurun hingga 17,29 persen dari total PDB. Dengan demikian kedudukan sektor pertanian dalam menyumbang PDB terbesar telah digantikan oleh sektor industri pada tahun 1991. Namun, pada tahun 1998, saat masa krisis berjalan kontribusi sektor pertanian kembali meningkat 1,48 persen pada tahun 1999. Sebaliknya, sektor industri pada tahun 1998 mengalami penurunan sebesar 2,73 persen yaitu menjadi 24,06 persen, dan kembali mengalami peningkatan pada tahun 1999 menjadi 25,44 persen atau naik sebesar 1,38 persen. 
Terjadinya penurunan kontribusi sektor pertanian dalam menyumbang PDB dapat disebabkan oleh tiga alasan, yaitu : pergeseran dalam permintaan barang dan jasa, peningkatan spesialisasi produksi serta perubahan keunggulan komparatif dalam memproduksi barang dan jasa. Dengan ketiga alasan tersebut, maka kontribusi sektor pertanian dalam PDB secara relative terus menurun.
Tentu saja kita meyakini bahwa keberadaan pertanian merupakan sebuah keniscayaan bagi kita semua. Tanah yang kita pijak merupakan tanah subur, tanah yang dapat ditanam apa saja. Dalam analisis problem pertanian diatas lebih merupakan indikator ekonomi makro, ada satu hal yang menurut saya sangat penting untuk diperhatikan, yaitu tekonlogi informasi. Kita sadar bahwa tekonologi terapan pertanian kita masih belum terbarukan. Dana APBN kita belum dalam mensupport penciptaan teknologi pertanian yang mutakhir. Sehingga, para petani kita terus berjuang melakukan pengolahan dengan cara tradisional. Adapun penyuluhan pertanian yang dilakukan ke setiap daerah seringkali menekan biaya yang cukup besar dan itu tidak mungkin diambil dari ranah APBN kita. pemerintah harus terus memberikan penyuluhan dan pembimbingan bagi para petani kita dalam rangka untuk menjaga ketahanan pangan kita. tidak ada petani, ya bagaimana kita mau makan. 
Saya kira internet akan menjadi media penyuluhan yang murah, efektif dan efisien. KEMENTAN dapat membangun website penyuluhan praktis yang dapat di-browse oleh para petani di pedasaan. Berarti pemerintah pun juga harus membuka layanan intenet gratis bagi petani ke setiap kantor pedesaan di seluruh Indonesia. Ada semacam Pusat Internet Pertanian, disitu para petani dapat mengakses penyuluhan dan bimbingan terbaru dari pemerintah, bahkan mereka juga dapat mengakses teknologi terapan petanian dari negara lain. Mereka dapat menggali informasi menganai manajerial distribusi pertanian, misalkan OVOP (one village one product), mendapatkan benih terbaik, memperhatikan perkembangan kurs untuk aktivitas perdagangan ekspor dan impor. Saya kira ini gagasan yang cukup baik, bila dilakukan oleh pemerintah.


Bagan diatas merupakan hasil coretan yang sebenarnya sudah lama ingin disampaikan, sekarang momentnya pas sekali. Xlangkah lebih maju dengan XL. Pemerintah dengan segala keterbatasannya dapat melakukan kerjasama dengan Xl. Membangun  konektivitas internet ke setiap pelosok dan pedesaan. Masyarakat petani dapat mengakses berbagai macam tekonologi pertanian yang terbarukan, para petani dapat mencari terobosan-terobosan pertanian yang sudah dilakukan oleh negara lain. internet bukan saja menjadi jembatan masyarakat petani untuk terus berkembang, namun telah menghubungkan masyarakat pedesaan dengan dunia lain yang tidak terbatas. Sungguh Xlangkah lebih maju. Pemerintah dapat menekan biaya penyeluhuan yang terkadang dana tersebut "disunat" oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jangan ada lagi kesenjangan antara masyarakat kota dan pedesaan. Dengan adanya internet masuk pedesaan dan pelosok, masyarakat petani dapat mengakses harga dasar gabah. Masalah lain petani kita adalah minimnya harga dasar gabah. Keuntungan dari aktivitas jual beli beras dan gabah hanya dinikmati oleh para tengkulak, baik tengkulak tradisional maupun "berdasi".   


Kesimpulan

Sarana informatika menjadi salah satu hambatan utama perkembangan kewirausahaan kita. saya menterjemahkannya dengan lemahnya pemerintah dalam menyediakan sarana informasi dan komunikasi yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia. Akhirnya, terjadilah kesenjangan antara masyarakat urban dan desa. XL hadir dengan layanan terbaik bagi bangsa. Saya berharap kedepan pemerintah dan XL dapat bersinergi dengan baik dalam menyediakan sarana pendukung kewirausahaan dan pertanian. Dengan potensi jumlah penduduk sekitar 240 juta lebih dengan penetrasi penggunaan internet yang masih 16,1% menjadikan bisnis internet sebagai bisnis menggiurkan bagi seluruh provider. Andaikan XL dan pemerintah dapat menjalin kerjasama bilateral tersebut dengan sistem win win solution dalam menyediakan sarana internet untuk masyarakat desa, ya tentu saja penggunaannya untuk memaksimalkan kewirausahaan dan pertanian maka kecenderungan adanya kesenjangan antara masyarakat urban dan desa dapat ditepis setahap demi setahap. Internet tentu saja dapat mendorong kewirausahaan masyarakat, mereka dapat mengakses perkembangan ekonomi dunia, fluktuasi kurs, perkembangan teknologi terapan dari negara lain, dapat melihat kesempatan perdagangan internasional. Terakhir, mari kita Xlangkah lebih maju dengan XL. Chiayo……

You Might Also Like

0 komentar